MAKASSAR — Balai Besar Wilayah (BBWS) Sungai Pompengan Jeneberang meminta melalui pemerintah agar warga yang bermukim di sekitar Bendungan Bili-bili dievakuasi dan mengambil langkah waspada. Kondisi bendungan sudah ditetapkan menjadi status waspada.

Ketinggian air bendungan sudah lebih 100 meter. Sehingga dilakukan pembukaan pintu air. Dampaknya, volume air banyak yang tumpah dan mengalir ke pemukiman warga di sekitar bendungan.

“Kondisi sekarang naik 101.36 (wawancara pukul 13:40) jadi mohon dipubilkasikan, saya sudah lapor ke Pak Gubernur, Ke Pak Wagub dan Pak Bupati barusan. Jadi kondisi itu sudah kita ambil langkah waspada, jadi diimbau kepada masyarakat yang berada di bawah hilirnya itu ambil langkah-langkah menghindari, dan siap-siap menghindar dari lokasi yang berdampak di bawah hilir seperti Bendungan Bili-bili, Kampili, (sungai) Jeneberang dan sekitarnya, dan ini sudah masuk dalam status waspada,” kata Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, T. Iskandar.

Sementara itu, data terbaru status Jam 16.03 Wita elevasi muka air waduk Bili-bili mencapai +101.80. Sedangkan normal elevasi bendungan harus berada di 99.50.

“Elevasi terus bergerak naik namun sudah relatif lebih lambat dari tadi pagi/siang,” sebut Iskandar.

Iskandar menambahkan sejak pukul 07.00 Wita pagi pintu bendungan telah dibuka penuh, dan sudah terealisasi early warning system, jangkauan bisa sampai 4 Km. Dan diteruskan kepada Bupati untuk disampaikan kepada masyarakat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan melakukan kunjungan ke Kantor Balai Besar Wilayah (BBWS) Sungai Pompengan Jeneberang untuk mengetahui kondisi yang ada dan bertemu langsung Kepala BBWSPJ Teuku Iskandar untuk memperoleh informasi secara langsung.

Wagub menanyakan progres tinggi air dan beberapa hal yang harus dilakukan berdasarkan saran dari Balai Pompengan.

“Ini saya sudah koordinasi dengan Basarnas, saya telepon semua, BPBD kita sudah kirim perahu karet dan fiber, sama alat serba guna dan makanan,” kata Andi Sudirman Sulaiman.

Dalam koordinasi internal dengan OPD, Andi Sudirman mengkoordinasikan BPBD Provinsi dan Basarnas untuk relokasi warga terdampak banjir overflow bendungan. Dia juga meminta untuk dinas terkait memonitor dan standby kan alat dan fasilitas yang sewaktu-waktu bisa dibutuhkan lebih lanjut.

“Semoga cepat surut dan terkendali,” harapnya. (*)

Facebook Comments

comments

NO COMMENTS

Leave a Reply