Gubernur

0 24
  • Tahun ini Pasar dan Pelabuhan Akan Dibenahi

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah (NA) mengaku akan mengembalikan kejayaan Siwa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Wajo dan sekitarnya.

Langkah awal untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi Siwa mulai direncanakan. Bahkan tahun ini, ini Gubernur akan memperbaiki pasar dan pelabuhan di Siwa.

“Kalau pasar baik, itu akan menjadi pusat pergerakan ekomomi. Kita akan perbaiki Pasar Siwa menjadi pasar modern,” jelas Nurdin Abdullah, Senin (22/4).

Percepatan pergerakan ekonomi di daerah tersebut diakui akan berdampak pada bangkitnya ekonomi di daerah-daerah sekitarnya.

“Ini yang akan mengembalikan kejayaan Siwa seperti 20 tahun silam. Siwa itu pernah menjadi pusat perdagangan di Wajo dan daerah sekitarnya,” katanya. (*)

0 28
  • Bangun Jalan Sepanjang 45 Km dari Malili

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA) akan membangun jalan sepanjang 45 Km dari Malili ke Bantilan di Kabupaten Luwu Timur.

Di hadapan Bupati Luwu Timur, Muhammad Torig Husler yang melakukan audience di rumah jabatan, Senin (22/4), Gubernur Nurdin Abdullah menjelaskan, jalan Malili ke Bantilan penting untuk membuka kantong ekonomi di daerah seberang Danau Towuti.

Gubernur mengaku akan mengucurkan anggaran sebesar Rp80 miliar untuk proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Malili dengan pusat produksi merica di Luwu Timur itu.

Baca Juga : Bupati Thorig Husler Harap NA Hadir Beri Motivasi di HUT Lutim

Pembangunan jalan dari Malili ke Bantilan ini sebagai bentuk realisasi janji Nurdin Abdullah kepada masyarakat Bantilan saat kampanye calon gubernur 2018 lalu.

Waktu berkunjung ke Bantilan, Nurdin Abdullah menemukan potensi ekonomi di seberang Danau Tuwoti namun masyarakat di daerah tersebut kesulitan akses ke pasar.

Masyarakat Bantilan menjelaskan mereka selama ini jika hendak ke Malili, yang merupakan ibu kota Luwu Timur harus menggunakan perahu kecil atau katinting dengan muatan terbatas.

Nurdin Abdullah meyakini jika proyek jalan tersebut rampung, daerah Bantilan akan maju dan tumbuh pesat. (*)

0 34
  • Targetkan Pj. Walikota Makassar Terpilih Mampu Ambil Alih Fasos

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA) menegaskan agar PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk agar segera menyerahkan fasilitas sosial (Fasos) dan fasilitas umum (Fasum) yang selama ini dikelola pihak GMTD ke pemerintah.

Terkait hal itu Gubernur Sulsel sudah turun tangan dan telah menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Koordinator Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) untuk mengambil aset Jalan Metro Tanjung Bunga. Jalan ini merupakan jalur penghubung Kota Makassar dengan Kabupaten Takalar.

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar yang akan menggantikan Wali Kota Danny Pomanto saat mengakhiri masa jabatan 8 Mei mendatang diharapkan mampu menangani persoalan ini agar selanjutnya pembangunannya bisa direncanakan.

Diketahui, Kamis 18 April lalu, Pemprov melakukan seleksi calon Pj Wali Kota Makassar. Mereka adalah Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bapenda Sulsel Denny Irawan Saardi, Kepala Balitbangda Sulsel Iqbal Suhaeb dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Sulkaf S Latief.

“Jadi saya sudah bilangin Pj Wali Kota, kau terpilih, seminggu kemudian sudah diserahkan,” kata Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin (22/4).

Menurut Nurdin Abdullah, penyerahan Jalan Metro Tanjung Bunga sangat perlu dilakukan, agar perencanaan bisa dilakukan dan menjadi land-mark Kota Makassar.

“Ini supaya kita rencanakan, jadi landmark nanti di sana,” sebutnya.

Adapun total fasum dan fasos yang harus diserahkan ke Pemkot Makassar yakni sebesar 30 persen atau sekitar 120 hektar. (*)

0 29
  • Harmony Dalam Keberagaman Tema HUT ke-16 Lutim

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA) menerima audiensi Bupati Luwu Timur (Lutim) Muhammad Thorig Husler dan rombongan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin (22/4).

Kunjungan ini dalam rangka mengundang Gubernur Sulsel untuk hadir pada puncak HUT Ke-16 Lutim sekaligus melaporkan persiapan acara. Selain itu, di pertemuan ini Nurdin dan Thorig sempat berbincang tentang perkembangan Lutim, termasuk infrastruktur seperti jalan dan bandara.

Bupati Lutim berharap Gubernur dapat hadir untuk memberikan motivasi dan arahan. Apalagi, ini menjadi HUT pertama yang akan dihadiri sebagai Gubernur.

“Apalagi ini adalah HUT Lutim pertama yang akan beliau hadiri. Masyarakat Lutim merindukan kehadiran beliau,” kata Thorig Husler.

Sementara itu Koordinator Seksi Acara HUT Lutim, Andi Tabacina Akhmad menyebutkan, tema yang diangkat tahun ini adalah “Harmony Dalam Keberagaman” dan dipusatkan di Lapangan Merdeka Kecamatan Malili pada 3 Mei mendatang. Persiapan maksimal juga sudah dilakukan.

Kadis Lingkungan Hidup Lutim ini menyampaikan, pada perayaan HUT Lutim nanti juga direncanakan untuk melaunching Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT. Vale Indonesia Tbk melalui Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM).

“Respon Pak Gubernur bagus sekali, beliau mengusahakan untuk hadir, mudah-mudahan tidak ada halangan. Beliau juga tadi banyak memberikan arahan dan petunjuk bagaimana mengembangkan Luwu Timur,” jelasnya. (*)

0 28

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), HM Nurdin Abdullah, menilai, kegiatan festival sarung yang diselenggarakan PKK Sulsel merupakan sebuah kebanggaan untuk terus dilestarikan.

“Pagi ini kita bersyukur kepada Allah SWT. Alhamdulillah kita diberikan cuaca yang sangat cerah ini, dan ini adalah sebuah kegiatan yang tentu jadi kebanggaan kita karena akan melestarikan pemakaian sarung dan itu menjadi kebanggaan kita sejak dulu,” ungkap Nurdin Abdullah dalam sambutannya, pada acara Festival Sarung, di Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Minggu (20/4).

Nurdin Abdullah meminta kepada seluruh hadirin untuk melepaskan secara simbolis kegiatan yang bertajuk dorongan untuk para wanita di Sulsel khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

“Izinkan saya melepaskan sepeda santai dengan menggunakan sarung, dan sekaligus jalan santai. Tentu dengan kostum kita hari ini sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Izin saya melepaskan dengan memohon kepada Allah SWT, semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar. Bismillahirrahmanirrahim,” kata mantan Bupati Bantaeng 2008-2018 itu.

Alumni Unhas Makassar ini juga berharap, kedepannya masyarakat Sulsel bisa lebih antusias lagi untuk menggunakan sarung kebanggaan. Terlebih pada saat momentum memperingati Hari Kartini.

“Mudah-mudahan hari ini, menjadi hari yang sangat membanggakan kita, untuk kembali menggunakan sarung kebanggaan kita, dan tentu ini juga dalam rangka untuk memperingati Hari Kartini, dalam rangka emansipasi wanita,” jelasnya.

Menurut Nurdin Abdullah, festival sarung adalah untuk mengangkat nilai ekonomis masyarakat Sulsel. Jadi, bagaimana kita terus berinovasi untuk membuat corak dan sebagainya. Begitu juga untuk mengatasi mengenai kebutuhan bahan baku.

“Kita akan perbaiki, jadi termasuk ulatnya, murbei, industri pengolahan masih sangat tradisional. Sekarang kita mau pilih mana, kita mempertahankan model tradisional atau kita mengembangkan industri moderen,” pungkasnya. (*)

0 47
  • Resmikan Mesjid Subulussalam Al Khoory Unismuh Makassar

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah meresmikan Mesjid Subulussalam Al Khoory Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jumat (19/4).

Nurdin Abdullah menilai, kampus Unismuh Makassar merupakan kampus yang patut dijadikan tempat pembelajaran bagi kampus lain yang ada di Sulsel. Menurut Nurdin Abdullah sejauh ini Unismuh Makassar sudah membangun kerjasama yang cukup lama dengan negara timur tengah.

“Kita mendapatkan berkah sebuah kerjasama 20 tahun lebih dengan negara timur tengah, tentu ini karena niat yang baik, niat yang tulus. Kita ketahui universitas yang lain patut belajar pada universitas Muhammadiyah (Unismuh Makassar),” kata Nurdin Abdullah dalam sambutannya, Jumat (19/4).

Di hadapan mahasiswa Unismuh, Nurdin Abdullah menjelaskan jika ingin membangun kerjasama yang baik dengan semua kalangan harus menjaga komunikasi dan integritas yang tinggi.

“Kalau mau kerjasama, anak-anak ku sekalian kita bangun trust, integritas yang kuat. Saya kira patut kita jaga bersama sebuah kerjasama ini,” ajak Nurdin Abdullah yang disambut dengan kata Amin dari seluruh hadirin.

Selain itu, Nurdin Abdullah juga menilai kerjasama antara Unismuh Makassar dengan negara timur tengah merupakan contoh yang sangat baik untuk memajuan dunia pendidikan.

“Saya kira ini satu contoh yang baik sebuah Universitas yang begitu luas, menjaga kerjasama 20 tahun itu waktu yang sangat panjang. Berarti di Universitas Muhammadiyah ini memiliki trust yang kuat,” ungkap mantan Bupati Bantaeng 2008-2018 itu.

Nurdin Abdullah juga menyebut Unismuh Makassar punya ikatan bathin dengan negara luar.

“Saya kira mereka (Pihak Unismuh Makassar) begitu cepat membangun dengan hibah yang juga begitu besar, bahkan kita dengar dari pak Rektor tanpa proposal, tanpa apa-apa mereka (Pihak Yayasan Asia Muslim Charity Foundotion Indonesia) bantu,” jelasnya.

Selain ikatan batin, Unismuh Makassar bisa menjalin kerjasama dengan pihak luar merupakan bentuk kepercayaan yang kuat.

“Artinya ada jaringan batin yang cukup kuat dan yang kedua mereka puas, bantuan itu betul-betul dimanfaatkan dan dipilihara dengan baik, saya kira kuncinya itu,” pungkasnya.

Pada peresmian tersebut dihadiri Ketua Yayasan Asia Muslim Charity Foundation Indonesia, Dr. Muhammed M.T. M Al Khoory dan seluruh civitas akademika Unismuh Makassar. (*)

0 28
  • Imbau Warga Sambut Ramadhan

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah meresmikan masjid Mamajang Raya Jalan Veteran Selatan, Jumat (19/4).

Nurdin mengaku sebuah kehormatan besar bagi dirinya untuk bisa meresmikan Mesjid tersebut.

“Ini adalah sebuah kehormatan besar bisa meresmikan Masjid Mamajang Raya. Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim mari kita sama-sama meresmikan Masjid ini,” kata Nurdin Abdullah.

Pada kesempatan ini, Nurdin Abdullah juga menyampaikan agar umat muslim bersiap menyambut bulan Ramadhan yang tinggal beberapa pekan lagi.

“Selamat menyambut bulan suci Ramadhan, dan persembahan sebuah mesjid yang besar ini. Kita akan menyambut bulan suci Ramadhan, tentu kita akan menikmati bulan suci Ramadhan untuk mencari amal sebanyak mungkin. Saya kira sebagai warga negara Indonesia, dan negara yang pemeluknya Agama Islam yang sangat besar,” jelas Alumni Unhas Makassar ini.

Selain itu, Nurdin Abdullah mengajak seluruh masyarakat yang hadir agar menjadi warga negara yang kuat. Terlebih pasca Pemilu 17 April lalu untuk memilih pemimpin terbaik bangsa ini.

“Alhamdulillah kita sudah melewati Pemilu, Alhamdulillah kita lulus, kita lihat calon presiden kita sudah ada yang merayakan dengan sujud syukur, ada yang belum bisa menyampaikan. Sujud syukur bukan untuk kemenangan tapi itu adalah sebagai syukuran karena sudah melewati Pemilu,” pungkasnya.

Peresmian ini turut dihadiri tokoh Sulsel yang juga anggota DPD RI periode 2014-2019 Bahar Ngitung.(*)

0 78
  • Sebagai Calon Penjabat Wali Kota Makassar

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Penyaringan calon Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, menyisakan tiga nama. Diantaranya, Plt Kepala Bapenda Sulsel Denny Irawan Saardi, Kepala Balitbanda Sulsel Iqbal Suhaeb dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Sulkaf S Latief.

Ketiganya diberikan kesempatan secara terbuka memberikan gagasan sebagai calon Penjabat Wali Kota Makassar di hadapan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, dan Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (18/4).

Di awal pemaparannya, Iqbal mengungkap sejumlah masalah dan hambatan yang ada di Kota Makassar. Diantaranya, visi dan tujuan kurang jelas, serta lemah dalam implementasi. Peluang yang ada diantaranya, kota dengan jumlah penduduk yang besar, lokasi dan kondisi geografis. Demikian juga dengan tantangan yang ada, seperti urbanisasi, energi dan pelayanan publik. Serta isu strategis yang dimiliki, antara lain posisi strategis, berperan sebagai pusat distribusi/transportasi dan kota transit.

Ia kemudian memaparkan visinya dalam “Run Makassar” dan visi “Clean, Comfort and Continuity” atau “Bersih, Kenyamanan dan Kontinuitas”.

“Kami memiliki visi Run Makassar. Apa artinya, run itu orang Makassar tidak lagi melakukan business as usual (mengerjakan urusan seperti biasa). Jadi harus selalu agresif dan bekerja lebih cepat,” kata Iqbal.

Mengapa ini diperlukan? Ia menjelaskan, karena Makassar adalah daerah dengan pertumbuhan yang tinggi. Demikian juga dengan aparat pemerintahan harus bergerak cepat, tidak lambat dan harus selalu berpikir out of box (beda dari biasanya).

Iqbal menilai, beberapa program yang telah dikerjakan oleh Wali Kota Makassar sebelumnya sudah baik dan perlu dilanjutkan. Sedangkan masalah yang perlu diselesaikan oleh Pj wali kota, banyak program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tumpang tindih, sehingga diperlukan ada pengaturan yang lebih baik. Banyak persoalan yang hanya diselesaikan secara jangka pendek. Seperti perparkiran, kemacetan dan persampahan.

“Hanya gali lobang tutup lobang, dan solusinya tidak subtantif,” sebutnya.

Masalah lain yang dihadapi adalah urbanisasi. Dimana lebih 30 persen urbanisasi yang ada di Sulsel ada di Kota Makassar, demikian juga dengan masalah kemiskinan yang masih tinggi.

Iqbal menangkap peluang yang dimiliki oleh Kota Makassar. Selain memiliki penduduk yang besar, kesempatan yang lebih besar dalam berbagai bidang, permintaan pasar yang tinggi, dan tenaga kerja yang banyak. Posisi Makassar sangat strategis, menjadi center point of Indonesia (titik pusat/tengah Indonesia) serta menjadi pusat distribusi jasa.

“Makassar juga merupakan kota transit. Segala orang ingin mendapatkan pelayanan yang bagus, cepat dan ramah. Sehingga fungsi-fungsi ini harus dijalankan Kota Makassar,” ujarnya.

Iqbal pun memaparkan program strategis yang akan dilakukan dalam 20 bulan jika menjabat, dituangkan dalam delapan program. Pertama, pembangunan drainase tertutup; optimalisasi pedesterian; rekayasa lalu lintas dan parkir; waste management (manajemen persampahan).

“Ini harus tertutup agar sampah-sampah tidak masuk ke drainase, juga ada optimalisasi pedesterian,” jelasnya.

Selanjutnya, integrasi dan simplikasi program OPD; low poverty thru tourism (langkah pengurangan kemiskinan melalui pariwisata); manajemen pasar tradisional; layanan publik dan penegakan hukum.(*)

0 76
  • Sebagai Calon Penjabat Wali Kota

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bapenda Sulsel, Denny Irawan Saardi, menjadi salah satu dari tiga kandidat calon Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar. Selain Denny, dua lainnya yakni Kepala Balitbanda Sulsel, Iqbal Suhaeb dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Sulkaf S Latief.

Denny berkesempatan memaparkan gagasannya langsung kepada Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah dan Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (18/4).

Denny menyebutkan bahwa Makassar dengan luas wilayah 175,77 Km persegi, penduduk 1,48 juta dan kontibusi PDRB Sulsel 33,74 persen sangat strategis. Disamping keberhasilan pemerintahan yang ada, masih terdapat beberapa hal yang perlu diselesaikan.

“Gambaran umum dari Kota Makassar yang paling pertama kita lihat, Makassar sangat strategis. Selain jumlah penduduknya yang signifikan,” kata Denny Irawan.

Selain sebagai kota metropolitan, juga sebagai pintu gerbang kawasan timur Indonesia, juga menjadi pusat kegiatan nasional. Beberapa proyek nasional ada di Sulsel. Diantaranya, Kereta Api Makassar-Parepare, Makassar New Port (MNP), SPAM Regional Maminasata.

“Artinya dengan Makassar menjadi Kawasan Strategis Nasional (KSN), mau tidak mau apa yang dilakukan di Makassar bukan hanya dari anggaran pembangunan daerah, namun secara khusus mengalokasikan dana APBN, karena menjadi bagian kebijakan nasional,” sebutnya.

Adapun yang menjadi Penjabat Wali Kota yang menjabat di tahun 2019-2020 atau selama 20 bulan harus memperhatikan arahan rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan Periodisasi RPJPD Makassar 2005-2025, dimana Penjabat Wali Kota berada pada transisi masa RPJMD III (2014-2019) dan RPJMD IV (2020-2025).

“Pengembangan kota harus mengacu pada dokumen perencanaan yang ada terutama tata ruang,” ujarnya.

Permasalahan Kota Makassar yang Ia identifikasi diantaranya, masalah parkir dan pedesterian, kemacetan, sampah, drainase, lingkungan, tata ruang, sosial (PMKS), transportasi dan banjir, yang akan dijadikannya arah kebijakan.

“Keberhasilan pemerintah sebelumnya banyak berjalan dengan baik. Namun, banyak yang belum terselesaikan. Inilah yang akan menjadi agenda arah kebijakan yang akan dikerjakan dalam dalam masa 20 bulan,” jelasnya.

Terdapat delapan program yang ingin dijalankannya. Pertama, menjadikan Makassar sebagai barometer pelayanan publik di KTI (Integrasi Mall Pelayanan Publik); menjadikan Makassar sebagai kota yang bersih, bebas dari permasalahan sampah, bebas dari pedagang kaki lima dan pedagang asongan di atas trotoar; menjadikan Makassar menjadi kota yang aman dan ramah bebas dari begal, pengemis dan anak jalanan; menjadikan Makassar nyaman dengan perparkiran dan akses pejalan kaki yang terbangun dengan baik. Ditargetkan akan terealisasi pada tahun 2020.

Mencari solusi penanganan wilayah-wilayah terdampak banjir, khususnya penanganan kanal yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi; penyerahan Jalan Tanjung Bunga ke Pemerintah Kota Makassar; membangun integritas birokrat yang bersih dari korupsi, pada semua level dan jenjang birokrasi, sampai ke tingkat kelurahan; dan menjadikan Masjid Al Markaz menjadi ikon destinasi wisata ibadah. (*)

0 60
  • Tiga Calon Penjabat Paparkan Program Selama 10 Menit

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Sebanyak tiga orang calon Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar memaparkan program kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel di Kantor Gubernur, Kamis (18/4). Mereka terpilih setelah melalui rangkaian seleksi dari 14 orang pejabat Pemprov Sulsel. Mereka adalah Plt Bapenda Sulsel Denny Irawan, Kepala Balitbanda Sulsel Iqbal Suhaeb dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Zulkaf Latif.

“Saya kira ini model baru yang belum pernah dilakukan oleh siapapun. Kenapa ini dilakukan, supaya betul-betul Pj ini bisa bekerja secara efektif dan tidak hanya sekedar menjalankan roda pemerintahan, tetapi inovasinya kita tunggu,” kata Nurdin Abdullah.

Seleksi yang dilakukan di Baruga Lounge ini disaksikan langsung oleh awak media. Gubernur berharap dapat dinilai langsung, dan transparansi ada dalam proses seleksi ini.

“Saya berharap prosesi ini kita sama-sama ikut menilai. Saya berupaya membangun transparansi. Kita menunjuk orang bukan berdasarkan like or dislike (suka atau tidak suka), tetapi berdasarkan kemampuan,” sebutnya.

Selain Penjabat Wali Kota harus mencari solusi dari berbagai persoalan, Nurdin Abdullah juga menekankan sebagai Gubernur juga punya tanggungjawab untuk Kota Makassar. Jadi, untuk penjabat ini diharapkan dapat bekerja sesuai aturan dan kewenangannya.

“Ada hal-hal strategis yang diputuskan oleh gubernur, jadi jangan berjalan tanpa weser, itukan bahaya. Makanya penting kita ingin mendengarkan seperti apa rencana ke depan di Pemkot,” ujarnya.

Jika ketiganya layak, maka gubernur akan mendorong ketiga nama ini dikirim ke Kemendagri. Masing-masing peserta diberi waktu 10 menit. Selanjutnya Gubernur-Wagub memberikan tanggapan. Adapun peserta pertama yang memaparkan rencana kerjanya adalah Denny Irawan dalam pemaparan berjudul “Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Kota Makassar Tahun 2020”. Denny diantaranya ingin menjadikan Makassar sebagai barometer pelayanan publik di KTI (integrasi pelayanan mall publik) dan menjadikan Makassar kota yang bersih.

Kemudian Iqbal Suhaeb dengan judul pemaparan “RUN Makassar (Clean, Comfort and Continuity) dengan program strategis diantaranya, melakukan rekayasa lalu lintas dan parkir. Serta pelayanan publik dan penegakan hukum bagi warga kota Makassar

Sementara, Zulkaf dengan judul pemaparan “Gagasan Dalam Rangka Pengembangan Kota Makassar”. Ia ingin diantaranya menjaga keberlangsungan pemerintahan yang kondusif, berkelanjutan dan berkemajuan. Serta meningkatkan pelayanan ketersediaan air bersih.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi, Prof Yusran Yusuf, menyampaikan bahwa nama ini akan dikirim secepatnya sebelum 8 Mei atau sebelum Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengakhir masa jabatan.

“Gubernur dan Wagub akan mendiskusikan dan akan dikirim tiga nama,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ketiga nama ini terpilih dari enam besar sebelumnya. Adapun urutannya berdasarkan peringkat di enam besar, yakni Denny Irawan, Iqbal Suhaeb, Zuklaf Latief, Sukarniaty Kondolele (Kepala Disdukcapil), Irman Yasin Limpo (Kadis Pendidikan), dan Ahmadi Akil (Kadis Perindustrian).

“Itu enam besarnya. Nilai tertinggi 83, kemudian di bawahnya beda-beda sedikit,” jelasnya. (*)